WAKTU PASTI BERPUTAR
Waktu pasti berputar
Frasa itu sering muncul di caption IG, status WA, atau postingan motivasi di sosmed Indonesia biasanya buat ngingetin diri sendiri (atau orang lain) bahwa:
- Kalau sekarang lagi susah → sabar, nanti giliran naik.
- Kalau sekarang lagi di atas → jangan sombong, roda bisa muter lagi ke bawah.
- Kebenaran, balasan, atau keadilan → pada waktunya bakal kelihatan sendiri.
- Semua yang hilang, yang pergi, yang gagal → bakal diganti sesuatu yang lebih baik... atau setidaknya, hidup terus jalan.
Mirip banget sama pepatah klasik "roda kehidupan berputar" atau "dunia ini seperti roda yang berputar" yang sering dikaitkan sama nasihat Rasulullah SAW: jangan sombong saat di atas, jangan putus asa saat di bawah.
Atau kalau versi lagu, ada ST12 yang nyanyi "Dunia Pasti Berputar" liriknya kurang lebih bilang hidup ini naik-turun, tapi tetep harus berjuang karena semuanya ada waktunya.
Kamu lagi ngerasain bagian mana nih dari putaran rodanya? 😌
Yang lagi di bawah, lagi nunggu giliran naik, atau lagi inget-inget masa lalu yang muter balik di kepala?
Kamu bertanya padaku: "Kenapa sih waktu cepat banget berubah, sampai rasanya nggak aman?"Aku jawab begini: Waktu itu, Sobat, adalah salah satu cara Allah menunjukkan kekuatan-Nya!
Dia memutar hari-hari dan mengubah keadaan manusia, hanya untuk membuktikan bahwa hanya Dia yang Abadi dan Kekal!
Coba kita lihat beberapa contoh, Sobat: Firaun pernah sombong, bilang, "Bukankah Mesir dan semua sungai ini milikku?"
Apa yang terjadi? Allah membalik keadaan, dan air sungai itu justru menenggelamkannya! Bayangkan, dia yang dulu ditakuti, dicekoki lumpur oleh Malaikat Jibril di depan Nabi Musa, Musa yang dulu bayi dan pernah menangis minta disusui di istananya!
Namrud pernah bilang, "Aku juga bisa menghidupkan dan mematikan!" Apa yang terjadi? Allah memutar waktu, dan Namrud dihancurkan oleh seekor nyamuk kecil! Hidupnya tidak tenang sampai kepalanya harus dipukuli pakai sandal. Padahal, sebelumnya orang-orang tunduk menyembah dia!
Nabi Muhammad saw harus meninggalkan Mekah di malam hari, diam-diam, karena orang-orang Quraisy mau membunuhnya ramai-ramai. Apa yang terjadi? Allah membalik keadaan! Tak lama kemudian, Nabi saw kembali ke Mekah di siang bolong, bukan sebagai buronan, tapi sebagai penakluk dan pembebas Mekah!
Bilal bin Rabah disiksa habis-habisan oleh Umayyah bin Khalaf di bawah terik matahari Mekah. Kalau kamu lihat, pasti kamu mikir, "Kapan siksaan ini berakhir?!" Apa yang terjadi? Allah memutar waktu. Kedua orang ini bertemu lagi di Perang Badar. Di sana, Bilal membalaskan dendamnya, dan menancapkan pedang ke dada Umayyah. Nah, dari sini kamu bisa mengerti kan, kenapa keadaan selalu berputar?
Intinya, Sobat: Inilah cara Allah mengatur kehidupan di antara kita:
Kadang sehat, kadang sakit.
Kadang kaya, kadang miskin.
Kadang gembira, kadang susah.
Semua ini tujuannya:
Agar yang berkuasa (kuat/kaya) tidak jadi sombong atau tertipu.
Agar yang lemah (sakit/miskin) tidak cepat putus asa.
Pesan untukmu: Allah sedang melemparkan "panah" takdir-Nya kepada manusia. Maka, dalam situasi apa pun kamu berada, pastikan kamu selalu berada di pihak "Sang Pemanah" (yaitu Allah), agar kamu tetap selamat dan tenang!

0 Response to "WAKTU PASTI BERPUTAR"
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar Dengan Bijak