PEDULI LINGKUNGAN
Dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Sungguh, saya melihat seorang laki-laki hilir mudik di surga. Ia pernah memotong pohon di tengah jalan yang mengganggu (lalu lintas) manusia." (HR. Muslim, no. 1914)
Seorang muslim, dimana pun berada, hendaklah berupaya memberi manfaat kepada orang lain. Peduli dengan lingkungan.
Hadits di atas mengungkap amal kebaikan seseorang yang telah berusaha mencegah gangguan di tengah jalan. Ia menyingkirkan sebuah pohon yang mengganggu lalu lintas orang banyak.
Prinsip memberi manfaat dan menepis hal-hal yang akan mengganggu ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di tengah masyarakat, merupakan prinsip luhur yang diajarkan Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Islam itu Indah. Islam itu membimbing untuk peduli.
Ya Allah, berilah kemi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari api neraka.
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيْقِ، كانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ.
"Sungguh, saya melihat seorang laki-laki hilir mudik di surga. Ia pernah memotong pohon di tengah jalan yang mengganggu (lalu lintas) manusia." (HR. Muslim, no. 1914)
Seorang muslim, dimana pun berada, hendaklah berupaya memberi manfaat kepada orang lain. Peduli dengan lingkungan.
Hadits di atas mengungkap amal kebaikan seseorang yang telah berusaha mencegah gangguan di tengah jalan. Ia menyingkirkan sebuah pohon yang mengganggu lalu lintas orang banyak.
Prinsip memberi manfaat dan menepis hal-hal yang akan mengganggu ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di tengah masyarakat, merupakan prinsip luhur yang diajarkan Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Islam itu Indah. Islam itu membimbing untuk peduli.
Ya Allah, berilah kemi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari api neraka.
Masya Allah, kutipan hadits yang sangat indah dan relevan! Ini adalah bukti autentik bahwa konsep peduli lingkungan dalam Islam bukan sekadar urusan duniawi, tapi punya nilai transendental (akhirat) yang luar biasa.
Hadits ini memberikan perspektif yang segar: terkadang jalan menuju surga bukan cuma lewat ibadah ritual yang panjang, tapi lewat tindakan nyata yang memudahkan urusan orang lain dan menjaga ketertiban lingkungan.
Makna Mendalam dari Hadits Tersebut:
Peka terhadap Gangguan: Laki-laki dalam hadits tersebut tidak menunggu orang lain bertindak. Ia melihat ada pohon yang mengganggu (bisa jadi rantingnya menghalangi atau batangnya melintang), lalu ia berinisiatif menyingkirkannya.
Investasi Akhirat yang Tak Terduga: Siapa sangka menebang pohon yang mengganggu jalan bisa menjadi "tiket" untuk menikmati fasilitas surga? Ini mengajarkan kita bahwa tidak ada kebaikan yang sepele.
Keseimbangan Ekosistem vs. Fasilitas Umum: Dalam konteks lain, kita dilarang merusak pohon. Namun, jika keberadaan sesuatu (bahkan pohon sekalipun) membahayakan atau menghambat orang banyak, maka menyingkirkannya adalah bentuk sedekah.
Implementasi Modern "Menyingkirkan Gangguan":
Jika di zaman dulu gangguannya adalah pohon, di era sekarang kita bisa mempraktikkan hadits ini dengan cara:
Mengambil paku atau kaca di jalan raya agar tidak mencelakai pengendara.
Membersihkan saluran air di depan rumah agar tidak menyebabkan banjir bagi tetangga.
Memarkir kendaraan dengan benar agar tidak menutupi akses jalan orang lain.
Menyingkirkan kulit pisang atau sampah licin dari trotoar.
Ini adalah pengingat bahwa kesalehan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial dan lingkungan.

0 Response to "PEDULI LINGKUNGAN"
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar Dengan Bijak